Pages Menu
Categories Menu

Posted by in Medis | 0 comments

Macam-Macam Obat Diabetes yang Sering Digunakan

Sebagai penderita diabetes melitus, sebaiknya andapun perlu mengetahui tentang macam-macam obat diabetes yang sering digunakan. Karena memang setiap jenis penyakit diabetes melitus membutuhkan jenis obat yang berbeda-beda.

Namun selain menggunakan macam-macam obat diabetes melitus, ada juga cara mengatasi penyakit DM tersebut dengan tanpa menggunakan obat-obatan apapun atau kerap disebut dengan pengobatan DM non farmakologis.

Jika anda masih belum mengetahui dengan jelas mengenai apa saja macam-macam obat diabetes melitus dan juga bagaimana metode pengobatan DM tanpa menggunakan obat-obatan kimia, kami sarankan anda untuk mempelajarinya di artikel ini.

Seperti Apa Cara Pengobatan Diabetes Melitus Dengan Metode Non Farmakologis?

Mengatur pola makan1Sebelum dokter menyarankan penderita DM untuk mulai menggunakan macam-macam obat diabetes, biasanya dokter akan lebih menyarankan penderita DM untuk mulai menjalani pengobatan dengan metode non farmakologis.

Sebenarnya, seperti apakah cara mengatasi penyakit diabetes dengan menggunakan metode non farmakologis tersebut? Metode pengobatan diabetes melitus non farmakologis merupakan cara pengobatan tanpa menggunakan obat-obatan.

Metode ini biasa digunakan untuk mengurangi berbagai macam gejala penyakit diabetes melitus. Penderita diabetes melitus yang mampu menjalani metode pengobatan non farmakologis bisa menjalani hidup sehat dan wajar seperti orang pada umumnya.

Selain itu, efek dari penggunaan metode non farmakologis inipun dapat membantu menurunkan dosis minum obat-obatan kimia. Seperti apakah metode non farmakologis yang perlu dilakukan oleh penderita DM? Berikut adalah beberapa cara mengatasi penyakit DM tanpa menggunakan obat-obatan:

  • Mengatur pola makan yang disesuaikan untuk penderita diabetes melitus.
  • Melakukan olahraga secara teratur dan juga terukur.
  • Menurunkan berat badan jika memang memiliki masalah kelebihan berat badan.
  • Menghentikan kebiasaan buruk seperti merokok dan juga minum minuman beralkohol.

Namun demikian, pada kasus khusus terkadang pengobatan non farmakologis ini masih belum mampu membantu mengatasi penyakit diabetes melitus. oleh sebab itu, biasanya dokter akan memberikan resep macam-macam obat diabetes melitus untuk dikonsumsi oleh pasien.

Macam-Macam Obat Diabetes Melitus Dalam Pengobatan Farmakologis

Jika memang penderita diabetes melitus masih belum mampu mengontrol penyakitnya menggunakan metode non farmakologis, maka dibutuhkan pengobatan farmakologis. Pengobatan farmakologis adalah pengobatan dengan menggunakan berbagai macam jenis obat yang mayoritas berfungsi untuk membantu menurunkan kadar gula darah.

Perlu diketahui juga bahwa macam-macam obat diabetes yang disarankan oleh dokter harus dikonsumsi sesuai dengan dosis yang disarankan. Karena meminum obat melebihi dosis yang disarankan dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah yang cukup drastis.

Penurunan kadar gula darah yang terlalu drastis beresiko menyebabkan hipoglikemia pada penderita DM. Ketika penderita diabetes mulai disarankan untuk menjalani pengobatan farmakologis, maka akan ada macam-macam obat diabetes yang mungkin disarankan oleh dokter.

Berikut adalah macam-macam obat diabetes yang umum digunakan untuk mengatasi penyakit DM:

  • Sulfonylurea

Jenis obat diabetes melitus yang pertama adalah sulfonylurea. Obat ini berfungsi untuk merangsang sel beta pankreas untuk memproduksi lebih banyak hormon insulin. Obat ini hanya bermanfaat jika dikonsumsi oleh penderita DM yang tidak mengalami kerusakan organ pankreas.

Itulah mengapa penderita DM tipe 1 tidak akan pernah disarankan dokter untuk meminum obat jenis ini. obat ini memang paling banyak digunakan oleh penderita DM tipe 2 yang tidak memiliki masalah kelebihan berat badan. Sangat disarankan untuk tidak meminum obat jenis sulfonylurea ini sebelum tidur. Karena ada kemungkinan penderita DM mengalami hipoglikemia saat tertidur.

  • Biguanid

Selain sulfonylurea, penderita DM tipe 2 juga terkadang diberikan obat jenis biguanid. Obat jenis biguanid ini memiliki fungsi untuk merangsang sel-sel di dalam tubuh agar lebih peka terhadap insulin. Karena fungsinya yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin di dalam tubuh, maka obat ini sering digunakan oleh penderita DM tipe 2 yang juga mengalami kelebihan berat badan.

Sayangnya, obat jenis biguanid ini memiliki efek samping pada pencernaan. Oleh sebab itu, lebih disarankan untuk meminum obat ini dengan dosis rendah setelah makan jika anda belum pernah meminumnya. Selain itu, obat ini juga sangat tidak disarankan untuk diminum oleh wanita hamil dan juga menyusui.

  • Acarbose

Acarbose adalah jenis obat diabetes yang penggunaannya baik dikombinasikan dengan obat jenis sulfonylurea. Fungsi dari obat jenis acarbose sendiri adalah untuk memperlambat proses perubahan karbohidrat menjadi glukosa di dalam tubuh.

Obat jenis ini sangat disarankan digunakan oleh penderita diabetes yang memiliki kadar gula darah 180 mg/dl dalam keadaan puasa dan juga yang sering memakan makanan berkarbohidrat tinggi. Namun demikian, obat jenis acarbose ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh orang yang berumur kurang dari 18 tahun.

  • Insulin

Obat jenis insulin memang sudah tidak asing lagi. Karena obat jenis ini sangat sering digunakan oleh penderita DM tipe 1. Penderita DM tipe 1 memiliki masalah kekurangan hormon insulin sehingga membutuhkan tambahan hormon insulin buatan. Insulin buatan bisa disuntikkan di bagian dinding perut, paha, maupun lengan bagian atas.

Namun memang ada beberapa kasus khusus yang mengharuskan penyuntikan insulin dilakukan di pembuluh darah maupun otot. Dari macam-macam obat diabetes, penggunaan suntikan insulin adalah yang paling dipertanyakan oleh penderita diabetes melitus.

Kebanyakan penderita DM terutama DM tipe 1 masih belum paham mengenai kapan mereka harus mendapatkan suntikan insulin. Penyuntikan insulin sebaiknya dilakukan di saat penderita diabetes melitus mengalami beberapa hal berikut ini:

  • Mengalami komplikasi luka gangrene.
  • Penderita DM yang mengalami kondisi KAD dan juga koma.
  • Penderita diabetes melitus gestasional yang pola makannya tidak teratur.
  • Penderita DM yang gagal menggunakan obat-obatan jenis tablet.
  • Penderita DM yang mengalami komplikasi pada organ ginjal dan hati yang sudah tergolong parah.
  • Penderita DM yang mulai mengalami penurunan berat badan secara drastis.

Efek Samping Penggunaan Insulin Buatan

Dari macam-macam obat diabetes melitus, memang insulin buatan adalah obat yang paling sering digunakan oleh penderita DM khususnya DM tipe 1. Namun ternyata, penggunaan insulin buatan dalam jangka waktu panjang juga dapat menyebabkan berbagai macam efek samping. Penderita DM yang sering menggunakan insulin buatan dapat mengalami beberapa macam efek samping seperti:

  • Hipoglikemia bisa dialami oleh penderita DM karena menggunakan insulin buatan melebihi dosis yang disarankan atau menggunakannya sebelum makan.
  • Alergi pada kulit.
  • Edema insulin.
  • Bagian kulit dimana insulin buatan disuntikkan bisa berubah menjadi cekung.
  • Penyempitan dan juga pengerasan pembuluh darah.

Melihat dari fakta-fakta tersebut, kini tentunya anda sudah mengetahui bahwa sebenarnya macam-macam obat diabetes yang disarankan dalam dunia medis hanya mampu membantu mengurangi penyakit DM saja.

Bagi anda yang memang ingin bisa terbebas dari penyakit DM, sebaiknya mulailah menggunakan macam-macam obat herbal untuk diabetes. Karena memang obat herbal terbukti mampu mengatasi penyakit DM sampai ke akar masalahnya.