Pages Menu
Categories Menu

Blog

Macam-Macam Obat Diabetes yang Sering Digunakan

Posted by on Jul 16, 2015 in Medis | 0 comments

Macam-Macam Obat Diabetes yang Sering Digunakan

Sebagai penderita diabetes melitus, sebaiknya andapun perlu mengetahui tentang macam-macam obat diabetes yang sering digunakan. Karena memang setiap jenis penyakit diabetes melitus membutuhkan jenis obat yang berbeda-beda. Namun selain menggunakan macam-macam obat diabetes melitus, ada juga cara mengatasi penyakit DM tersebut dengan tanpa menggunakan obat-obatan apapun atau kerap disebut dengan pengobatan DM non farmakologis. Jika anda masih belum mengetahui dengan jelas mengenai apa saja macam-macam obat diabetes melitus dan juga bagaimana metode pengobatan DM tanpa menggunakan obat-obatan kimia, kami sarankan anda untuk mempelajarinya di artikel ini. Seperti Apa Cara Pengobatan Diabetes Melitus Dengan Metode Non Farmakologis? Sebelum dokter menyarankan penderita DM untuk mulai menggunakan macam-macam obat diabetes, biasanya dokter akan lebih menyarankan penderita DM untuk mulai menjalani pengobatan dengan metode non farmakologis. Sebenarnya, seperti apakah cara mengatasi penyakit diabetes dengan menggunakan metode non farmakologis tersebut? Metode pengobatan diabetes melitus non farmakologis merupakan cara pengobatan tanpa menggunakan obat-obatan. Metode ini biasa digunakan untuk mengurangi berbagai macam gejala penyakit diabetes melitus. Penderita diabetes melitus yang mampu menjalani metode pengobatan non farmakologis bisa menjalani hidup sehat dan wajar seperti orang pada umumnya. Selain itu, efek dari penggunaan metode non farmakologis inipun dapat membantu menurunkan dosis minum obat-obatan kimia. Seperti apakah metode non farmakologis yang perlu dilakukan oleh penderita DM? Berikut adalah beberapa cara mengatasi penyakit DM tanpa menggunakan obat-obatan: Mengatur pola makan yang disesuaikan untuk penderita diabetes melitus. Melakukan olahraga secara teratur dan juga terukur. Menurunkan berat badan jika memang memiliki masalah kelebihan berat badan. Menghentikan kebiasaan buruk seperti merokok dan juga minum minuman beralkohol. Namun demikian, pada kasus khusus terkadang pengobatan non farmakologis ini masih belum mampu membantu mengatasi penyakit diabetes melitus. oleh sebab itu, biasanya dokter akan memberikan resep macam-macam obat diabetes melitus untuk dikonsumsi oleh pasien. Macam-Macam Obat Diabetes Melitus Dalam Pengobatan Farmakologis Jika memang penderita diabetes melitus masih belum mampu mengontrol penyakitnya menggunakan metode non farmakologis, maka dibutuhkan pengobatan farmakologis. Pengobatan farmakologis adalah pengobatan dengan menggunakan berbagai macam jenis obat yang mayoritas berfungsi untuk membantu menurunkan kadar gula darah. Perlu diketahui juga bahwa macam-macam obat diabetes yang disarankan oleh dokter harus dikonsumsi sesuai dengan dosis yang disarankan. Karena meminum obat melebihi dosis yang disarankan dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah yang cukup drastis. Penurunan kadar gula darah yang terlalu drastis beresiko menyebabkan hipoglikemia pada penderita DM. Ketika penderita diabetes mulai disarankan untuk menjalani pengobatan farmakologis, maka akan ada macam-macam obat diabetes yang mungkin disarankan oleh dokter. Berikut adalah macam-macam obat diabetes yang umum digunakan untuk mengatasi penyakit DM: Sulfonylurea Jenis obat diabetes melitus yang pertama adalah sulfonylurea. Obat ini berfungsi untuk merangsang sel beta pankreas untuk memproduksi lebih banyak hormon insulin. Obat ini hanya bermanfaat jika dikonsumsi oleh penderita DM yang tidak mengalami kerusakan organ pankreas. Itulah mengapa penderita DM tipe 1 tidak akan pernah disarankan dokter untuk meminum obat jenis ini. obat ini memang paling banyak digunakan oleh penderita DM tipe 2 yang tidak memiliki masalah kelebihan berat badan. Sangat disarankan untuk tidak meminum obat jenis sulfonylurea ini sebelum tidur. Karena ada kemungkinan penderita DM mengalami hipoglikemia saat tertidur. Biguanid Selain sulfonylurea, penderita DM tipe 2 juga terkadang diberikan obat jenis biguanid. Obat jenis biguanid ini memiliki fungsi untuk merangsang sel-sel di dalam tubuh agar lebih peka terhadap insulin. Karena fungsinya yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin di dalam tubuh, maka obat ini sering digunakan oleh penderita DM...

read more

Seperti Apakah Olahraga yang Baik Untuk Penderita Diabetes?

Posted by on Jul 15, 2015 in Olah Raga vs Diabetes | 0 comments

Seperti Apakah Olahraga yang Baik Untuk Penderita Diabetes?

Apakah anda sudah mengetahui seperti apa olahraga yang baik untuk penderita diabetes? meskipun penderita DM memang diharuskan untuk melakukan olahraga, namun bukan berarti mereka bisa melakukan olahraga sesuka hati dan sembarangan. Olahraga memang bisa menjadi pedang bermata dua bagi penderita diabetes melitus terutama jika tidak dilakukan secara tepat. Oleh karena itu, kami rasa akan sangat penting bagi anda penderita DM untuk mengetahui lebih banyak mengenai seperti apa olahraga yang baik untuk penderita diabetes tersebut di artikel ini. Apa Manfaat Melakukan Olahraga Secara Tepat Bagi Penderita Diabetes? Bagi anda yang sudah mengetahui seperti apa olahraga yang baik untuk penderita diabetes, maka nantinya anda akan merasakan beberapa berbagai macam manfaat. Penderita diabetes melitus yang mau melakukan olahraga secara tepat dan teratur akan mendapatkan beberapa macam manfaat seperti: Memperbaiki masalah resistensi insulin di dalam tubuh. Penderita diabetes melitus yang memiliki berat badan berlebih kebanyakan mengalami masalah resistensi insulin. Masalah tersebut bisa berangsur-angsur membaik jika penderita DM mau melakukan olahraga dengan benar dan teratur. Mengurangi dosis pemakaian obat-obatan diabetes. Pada umumnya, penderita diabetes melitus diharuskan untuk meminum berbagai macam obat-obatan baik untuk mengontrol kestabilan kadar gula darah maupun untuk meningkatkan kepekaan insulin di dalam tubuh. Jika penderita DM mau rutin melakukan olahraga, maka dosis penggunaan obat-obatan tersebut dapat dikurangi. Membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik. Seseorang yang sudah dinyatakan menderita penyakit diabetes melitus sebaiknya mengontrol kadar kolesterol yang ada di dalam tubuh. Karena jika sampai kadar kolesterol jahat meningkat melebihi kadar kolesterol baik, maka penderita DM akan semakin beresiko menderita berbagai macam komplikasi penyakit. Olahraga adalah salah satu jalan termudah untuk mengontrol dan bahkan mengurangi kadar kolesterol jahat yang ada di dalam tubuh. Menormalkan kembali aliran darah. Beberapa penderita diabetes melitus memiliki masalah dengan peredaran darah. Peredaran darah yang tersumbat atau tidak lancar juga dapat meningkatkan resiko penderita DM mengalami komplikasi penyakit. Dengan rutin berolahraga secara tepat, aliran darah yang mengalami penyumbatan maupun tidak lancar bisa diatasi. Mengurangi berat badan. Berat badan berlebih justru akan semakin memperparah kondisi anda yang sudah menderita penyakit DM. Untuk mengurangi berat badan, pastikan untuk rutin melakukan olahraga secara tepat. Meningkatkan kondisi mental dan juga kejiwaan. Selain dapat menjaga kesehatan fisik, olahraga yang dilakukan secara rutin dan benar dapat membantu meningkatkan kondisi mental dan juga kejiwaan. Mengurangi resiko mengalami pengeroposan tulang. Seseorang yang jarang melakukan olahraga juga sangat beresiko mengalami masalah pengeroposan tulang. Untuk mencegahnya, mulailah lakukan olahraga secara rutin. Menurunkan resiko untuk menjadi penderita diabetes. Diabetes melitus adalah penyakit yang bisa muncul karena berbagai macam faktor dan salah satunya adalah kelebihan berat badan. Oleh karena itu, kurangilah berat badan anda dengan cara rutin berolahraga dan menjaga pola makan. Kesimpulan dari manfaat apa yang bisa didapatkan dengan melakukan olahraga yang baik untuk penderita diabetes melitus tersebut adalah: Menurunkan dosis penggunaan obat. Mempermudah penderita DM untuk mengontrol kadar gula darah. Mencegah munculnya berbagai macam masalah baru akibat diabetes melitus. Meningkatkan kesehatan tubuh dan juga mental. Faktor Penting Dalam Olahraga yang Baik Untuk Penderita Diabetes Meskipun banyak manfaat yang bisa didapatkan dari olahraga bagi penderita DM, namun pastikan untuk mengetahui terlebih dahulu apa saja faktor-faktor yang perlu diperhatikan oleh penderita DM sebelum mulai melakukan olahraga. Berikut adalah beberapa faktor penting yang wajib diperhatikan oleh penderita DM dalam melakukan olahraga: Frekuensi Seberapa sering seorang penderita DM harus melakukan olahraga? Menurut penelitian, penderita DM memang diwajibkan untuk sering...

read more

Makanan bagi Penderita Diabetes yang Menyehatkan

Posted by on May 12, 2015 in Pola Makan | 0 comments

Makanan bagi Penderita Diabetes yang Menyehatkan

Untuk mengatasi penyakit diabetes melitus, memang makanan bagi penderita diabetes harus diatur. Karena sebenarnya penyakit diabetes bisa bertambah parah jika penderitanya sama sekali tidak mengatur apa yang mereka makan. Salah satu hal buruk yang bisa terjadi ketika penderita diabetes tidak mengontrol makanan yang dikonsumsinya adalah kadar gula darah akan terus meningkat dan akan semakin sulit dikendalikan. Jika anda adalah salah seorang penderita DM, maka sebaiknya mulailah memahami seperti apa makanan bagi penderita diabetes melitus tersebut di artikel ini. Apa Saja Makanan yang Baik bagi Penderita Diabetes? Sebenarnya, makanan bagi penderita diabetes sangatlah mudah. Penderita diabetes melitus tidak disarankan untuk memakan makanan maupun minuman yang terlalu manis. Makanan yang baik bagi penderita diabetes adalah makanan yang banyak mengandung serat seperti buah-buahan dan juga sayur-sayuran. Namun demikian, penderita DM tidak disarankan untuk memakan buah sembarangan. Karena memang ada beberapa macam buah yang tidak baik dikonsumsi oleh penderita DM karena alasan tingginya kadar glukosa di dalam buah-buahan tersebut. Sedangkan untuk sayuran juga hampir sama seperti buah. Ada beberapa macam jenis sayuran yang dinyatakan paling baik dikonsumsi oleh penderita DM. Beberapa jenis sayuran tersebut adalah kangkung, gambas, kecipir, kembang kol, labu air, timun, terong, dan masih banyak lagi. Yang terpenting dalam memilih sayuran untuk penderita DM adalah sayuran tersebut tidak mengandung karbohidrat dalam jumlah yang terlalu besar. Pro Kontra Masalah Ngemil Bagi Penderita DM Banyak orang beranggapan bahwa penderita diabetes tidak boleh ngemil. Sebenarnya, penderita diabetes boleh ngemil asalkan makanannya tepat. Penderita diabetes boleh memakan kudapan seperti buah-buahan ketika ingin ngemil. Namun pastikan untuk tidak memakan buah-buahan yang terlalu manis. 10 Jenis Makanan Nikmat yang Boleh Dikonsumsi Penderita Diabetes Selama ini orang menganggap bahwa penderita diabetes melitus harus memakan makanan yang tidak nikmat untuk menjaga kestabilan kadar gula darahnya. Faktanya, penderita DM masih boleh menikmati 10 macam jenis makanan yang nikmat. Berikut adalah 10 macam makanan nikmat yang dinyatakan sebagai makanan yang baik bagi penderita diabetes: Selai Kacang Banyak penderita diabetes memusuhi selai kacang. Sebenarnya, selain kacang adalah makanan yang boleh dikonsumsi oleh penderita DM. Selai kacang memiliki kandungan serat yang baik untuk menjaga kestabilan gula darah. Namun perlu diingat bahwa selai kacang yang boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes adalah yang tanpa gula. Coklat hitam Coklat hitam juga termasuk sebagai salah satu makanan yang baik bagi penderita diabetes. Karena di dalamnya terdapat kandungan flavonoid yang dapat menyeimbangkan kadar kolesterol jahat dan juga baik. Selain kolesterol, kandungan flavonoid yang ada di dalam coklat hitam juga dapat menyeimbangkan tekanan darah. Salmon Salmon bisa dikatakan sebagai salah satu makanan yang disarankan untuk penderita diabetes. Alasannya adalah karena salmon memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan juga omega 3. Selain itu, salmon juga tidak memiliki kandungan lemak jahat. Tuna Tuna juga termasuk sebagai makanan bagi penderita diabetes melitus. Tuna memiliki manfaat dan kandungan yang hampir sama seperti salmon. Kacang polong Kacang polong adalah makanan yang memiliki kandungan bermanfaat terutama bagi penderita diabetes. selain serat yang dapat menstabilkan kadar kolesterol dan tekanan darah, kalsium yang ada di dalamnya juga sangat bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Susu Susu memiliki kandungan vitamin D dan juga kalsium yang sangat bermanfaat bila dikonsumsi oleh penderita diabetes. selain itu, penelitian telah menemukan fakta bahwa vitamin D dapat membantu mengurangi resiko menderita penyakit DM sebanyak 33%. Namun bagi penderita diabetes, sebaiknya pilihlah susu yang rendah lemak. Oats Oats adalah makanan yang tepat untuk penderita...

read more

Apakah Mencegah Penyakit Diabetes Masih Memungkinkan Untuk Dilakukan?

Posted by on May 11, 2015 in Cegah DM | 0 comments

Apakah Mencegah Penyakit Diabetes Masih Memungkinkan Untuk Dilakukan?

Sebenarnya, mencegah penyakit diabetes masih memungkinkan untuk dilakukan. Namun perlu anda ketahui bahwa pencegahan untuk masing-masing jenis penyakit diabetes melitus berbeda-beda. Jika saat ini anda masih belum dinyatakan menderita penyakit tersebut, ada baiknya anda mulai giat untuk melakukan tindakan pencegahan. Bila anda masih belum jelas mengenai bagaimana cara mencegah penyakit diabetes sesuai dengan jenisnya, maka jangan cemas karena anda bisa mendapatkan informasi tersebut di artikel ini. Metode Mencegah Penyakit Diabetes Sesuai Dengan Jenisnya Untuk anda yang ingin mulai melakukan tindakan pencegahan penyakit diabetes melitus, sebaiknya anda mulai melakukan beberapa metode berikut ini: Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 1 Banyak orang mengira bahwa penyakit diabetes melitus tipe 1 tidak mungkin dicegah karena faktor penyebabnya adalah faktor keturunan atau genetik. Namun faktanya, penyakit DM tipe 1 masih mungkin dicegah. Karena sebenarnya, dari sekian banyak orang yang menderita penyakit DM, hanya 10% saja yang dinyatakan menderita penyakit DM tipe 1 ini. Pengobatan Intensif Cara mencegah penyakit diabetes melitus tipe 1 yang paling umum digunakan adalah pengobatan intensif. Bagi anda yang memang sudah menyadari memiliki faktor genetik untuk menderita penyakit DM tipe 1, sebaiknya mulailah mengontrol kadar gula darah. Karena jika anda mampu mengontrol kadar gula darah secara ketat, maka kemungkinan anda untuk menderita penyakit diabetes melitus tipe 1 dapat ditekan. Tes DNA Tes DNA sering digunakan sebagai tindakan pencegahan pada beberapa negara yang memang penduduknya memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita penyakit DM tipe 1. Tes DNA dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang terutama anak-anak memiliki faktor resiko untuk menderita penyakit DM tipe 1. Jika memang seseorang ditemukan beresiko menderita penyakit tersebut, maka akan dilakukan penyuntikan vaksin khusus untuk mencegah virus menyerang organ pankreas. Selain itu, cara mencegah penyakit diabetes melitus yang kerap digunakan adalah memberikan obat khusus untuk melindungi sel beta pankreas agar tidak mengalami penurunan fungsi. Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Mencegah diabetes melitus tipe 2 dapat dikatakan jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan diabetes melitus tipe 1. Karena memang diabetes melitus tipe 2 umumnya muncul akibat pola hidup seseorang yang salah atau tidak sehat. Oleh sebab itu, solusi untuk dapat mencegah diabetes tipe ini adalah dengan mulai merubah pola hidup dan juga mengatur pola makan. Selain itu, disarankan juga untuk mulai rutin melakukan aktivitas olahraga secara teratur. Karena dengan melakukan olahraga secara teratur juga dapat mengurangi resiko seseorang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Pencegahan Diabetes Melitus Gestasional Meskipun diabetes gestasional memang sering lenyap setelah seorang wanita melahirkan, namun sebaiknya penyakit tersebut tetap harus dicegah sebisa mungkin. Karena seorang wanita yang sudah pernah menderita penyakit DM gestasional jauh lebih beresiko menderita DM tipe 2. Pada umumnya, tindakan untuk mencegah diabetes tipe ini cukup mudah untuk dilakukan. Seorang wanita yang sedang dalam masa kehamilan harus rutin melakukan cek kadar gula darah terutama ketika usia kehamilan 8 hingga 10 bulan. Jika pengecekan kadar gula darah bisa dilakukan secara rutin, maka seorang wanita hamil bisa terhindar dari penyakit DM gestasional. Pencegahan Diabetes Melitus Pada Lansia Diabetes melitus memang juga sangat rawan diderita oleh para lansia. Namun diabetes melitus pada lansia juga masih mungkin untuk dicegah kemunculannya. Untuk mencegah diabetes menyerang lansia, sebaiknya lansia sering melakukan cek gula darah. Selain itu juga mereka harus mulai mengatur pola makan dan melakukan olahraga secara...

read more

Cara Ampuh Mencegah Dan Mengatasi Komplikasi Diabetes

Posted by on May 10, 2015 in Cegah DM | 0 comments

Cara Ampuh Mencegah Dan Mengatasi Komplikasi Diabetes

Komplikasi memang merupakan masalah yang bisa dikatakan paling berat bagi penderita diabetes melitus. Karena itulah, cukup banyak penderita diabetes melitus yang ingin mengetahui apakah ada solusi untuk mengatasi maupun mencegah munculnya komplikasi penyakit akibat diabetes melitus. Sebenarnya ada beberapa cara ampuh yang bisa anda gunakan baik untuk mengatasi maupun untuk mencegah kemunculan komplikasi penyakit tersebut. Ingin tau seperti apa caranya? Pelajari selengkapnya mengenai cara ampuh untuk mengatasi maupun mencegah komplikasi penyakit akibat DM di artikel ini. 5 Cara Untuk Mengatasi dan Mencegah Munculnya Komplikasi Akibat Diabetes Melitus Sebelum anda mempelajari lebih lanjut mengenai apa saja cara untuk mencegah maupun mengatasi komplikasi akibat diabetes melitus, sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa sebenarnya yang dapat memicu munculnya masalah tersebut. Komplikasi sering dialami oleh penderita diabetes melitus karena beberapa faktor berikut ini: Ketidakmampuan untuk menjaga kestabilan kadar gula di dalam darah. Penggunaan pola hidup yang buruk. Pola makan yang tidak diatur. Namun demikian, komplikasi penyakit juga bisa saja dialami karena seseorang sama sekali tidak mengetahui bahwa sudah menderita penyakit diabetes melitus. Karena memang terkadang penyakit DM sering tidak menunjukkan gejala apapun sebelum penyakit bertambah parah. Untuk anda yang saat ini sudah ataupun belum mengalami masalah komplikasi akibat diabetes melitus, anda bisa menggunakan beberapa cara berikut ini untuk mencegah maupun untuk mengatasi komplikasi DM tersebut: Pertahankan berat badan agar jangan sampai berlebihan Berat badan yang terlalu berlebih dapat meningkatkan resiko kemunculan dari komplikasi diabetes. oleh karena itulah, menjaga berat badan agar jangan sampai berlebihan adalah salah satu cara paling ampuh untuk mencegah munculnya komplikasi. Selain itu, cara ini juga sangat baik digunakan untuk anda yang saat ini sudah terlanjur menderita komplikasi akibat diabetes melitus. Hindari minuman beralkohol dan rokok Rokok maupun minuman beralkohol sebaiknya dikurangi atau bila mampu hindari. Karena memang kedua hal tersebut merupakan faktor pemicu masalah komplikasi yang cukup besar. Kontrol kadar gula darah Karena kadar gula darah merupakan salah satu faktor pemicu munculnya masalah komplikasi, maka sebaiknya cek kadar gula darah secara rutin. Minumlah berbagai macam obat-obatan yang disarankan oleh dokter untuk membantu mengontrol kadar gula darah. Kontrol tekanan darah Selain mengontrol kadar gula di dalam darah, penderita diabetes melitus yang tidak ingin mengalami komplikasi juga wajib mengontrol tekanan darahnya. Jangan sampai tekanan darah melonjak terlalu tinggi. Karena tekanan darah yang terlalu tinggi akan meningkatkan resiko anda untuk menderita stroke. Atur pola makan Pola makan juga perlu diatur jika anda ingin mengatasi maupun mencegah munculnya masalah komplikasi akibat diabetes melitus. pastikan untuk tidak terlalu sering memakan makanan yang memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi. Solusi Mengatasi DM Selain Menggunakan Obat Kimia Kebanyakan penderita diabetes melitus memang menggunakan obat-obatan kimia untuk membantu mencegah kadar gula darahnya meningkat. Namun demikian, sebenarnya obat-obatan kimia tersebut tidak membantu mengatasi penyakit diabetes melitus. Karena memang obat-obatan tersebut masih belum mampu mengatasi sampai pada sumber masalahnya. Namun untunglah, saat ini sudah ditemukan obat alami yang memiliki kandungan Iridoid yang dapat membantu mengatasi penyakit diabetes melitus langsung sampai akar...

read more

Efek Kadar Gula Darah Tinggi yang Sering Tak Diketahui Penderita DM

Posted by on May 9, 2015 in Akibat Kencing Manis | 0 comments

Efek Kadar Gula Darah Tinggi yang Sering Tak Diketahui Penderita DM

Kadar gula darah tinggi bukan hanya bisa menyebabkan komplikasi akut maupun komplikasi kronis saja. Ada berbagai macam efek berbahaya lain yang dapat muncul akibat kadar gula darah tinggi. Oleh sebab itulah, sebaiknya penderita DM harus selalu mengecek kadar gula darah dan sebisa mungkin menjaganya agar tetap stabil. Apakah anda adalah penderita diabetes melitus? Bila anda adalah penderita diabetes melitus, sebaiknya anda perlu mempelajari apa saja masalah-masalah yang dapat muncul akibat kadar gula darah terlalu tinggi selain komplikasi akut dan juga kronis di artikel ini. 3 Masalah yang Rawan Dialami Penderita DM Dengan Kadar Gula Darah Tinggi Selain komplikasi akut dan juga kronis, penderita diabetes melitus yang sering memiliki kadar gula darah tinggi juga perlu berhati-hati dengan 3 macam masalah berikut ini: Stroke Dari beberapa penelitian, penyakit diabetes melitus dikategorikan sebagai penyakit nomor 2 yang dapat menyebabkan stroke. Penyakit nomor satu yang dapat memicu stroke adalah tekanan darah tinggi. Meskipun penyakit diabetes melitus adalah penyakit nomor 2 pemicu stroke, namun sebenarnya penyakit DM juga merupakan penyakit yang dapat memicu meningkatnya tekanan darah. Oleh karena itulah, penyakit diabetes melitus sebenarnya bisa dinyatakan sebagai penyakit nomor satu penyebab stroke jika tidak diatasi dengan tepat. Penyebab Penderita DM Beresiko Mengalami Stroke Stroke bisa saja dialami oleh penderita DM yang memiliki beberapa macam faktor resiko berikut ini: Kegemukan Kebiasaan merokok dan juga minum minuman beralkohol Kurangnya aktivitas olahraga Tekanan darah sangat tinggi Faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Ketika pembuluh darah di dalam tubuh mulai mengalami penyempitan, maka resiko seseorang untuk mengalami stroke akan semakin tinggi. Mengapa Diabetes Melitus Dapat Meningkatkan Resiko Stroke? Menurut penelitian, memang diabetes melitus dinyatakan dapat menyebabkan stroke. Seseorang yang memiliki kadar gula darah lebih dari 200 mg/dl memiliki potensi untuk mengalami stroke 25% lebih besar dari orang yang memiliki kadar gula darah dibawah 200 mg/dl. Borok Penderita diabetes melitus juga sangat rawan mengalami masalah borok terutama di bagian kaki jika kadar gula darahnya terlalu tinggi. Borok yang beresiko dialami oleh penderita diabetes melitus berbentuk seperti kawah karena lapisan lendir atau lapisan kulit mengalami kerusakan akibat infeksi maupun peradangan. Seberapa Berbahaya Masalah Borok Bagi Penderita DM? Borok bukanlah masalah ringan jika yang mengalaminya adalah seorang penderita diabetes melitus. Karena dari masalah tersebut, penderita diabetes melitus bisa mengalami gangrene atau pembusukan. Ketika ada bagian tubuh yang mengalami pembusukan, maka untuk mencegah pembusukan menyebar perlu dilakukan tindakan amputasi. Cukup banyak penderita diabetes melitus yang harus mengalami tindakan amputasi. Hal tersebut disebabkan karena sistem syaraf di dalam tubuh sudah mengalami kerusakan akibat tingginya kadar gula darah. Kerusakan pada sistem syaraf menyebabkan penderita diabetes melitus tidak peka lagi terhadap rasa sakit sehingga luka yang dialami terutama di bagian kaki tidak terasa dan akhirnya tidak dirawat sama sekali. Masalah Seksual Penderita diabetes melitus yang sering memiliki kadar gula darah tinggi juga mengeluhkan adanya penurunan kemampuan seksual. Ada beberapa macam jenis masalah seksual yang kerap dialami oleh penderita diabetes melitus. Berikut merupakan masalah seksual yang sering dialami penderita diabetes melitus pria: Impotensi Impotensi sering dialami oleh penderita diabetes melitus pria yang memiliki kadar gula darah tinggi. Masalah impotensi sendiri dibagi lagi menjadi 2 macam jenis yaitu benar-benar tidak mampu mengalami ereksi dan mampu mengalami ereksi namun tidak sekuat biasanya. Impotensi bisa terjadi akibat adanya masalah pada pembuluh darah. Pembuluh darah yang mengalami penyempitan akan mengurangi aliran darah ke alat vital. Selain itu, masalah tersebut juga...

read more

Komplikasi Kronis, Efek Diabetes Melitus yang Sering Terlambat Diatasi

Posted by on May 8, 2015 in Akibat Kencing Manis | 0 comments

Komplikasi Kronis, Efek Diabetes Melitus yang Sering Terlambat Diatasi

Efek diabetes melitus memang ada cukup banyak dan mayoritas dapat menyebabkan permasalahan yang jauh lebih berbahaya. Komplikasi adalah salah satu efek diabetes melitus yang paling sering dialami oleh penderita yang tidak dapat mengontrol kadar gula darah dengan baik. Komplikasi yang diakibatkan oleh penyakit diabetes melitus sendiri dibagi menjadi 2 macam jenis. Komplikasi sebagai efek penyakit diabetes yang pertama adalah komplikasi akut. Selain komplikasi akut, penderita DM juga sangat rawan mengalami komplikasi kronis. Berbeda dengan komplikasi akut yang muncul secara tiba-tiba, komplikasi kronis biasanya muncul secara bertahap dan juga perlahan-lahan. Karena itulah, terkadang penderita diabetes sendiri tidak menyadari kemunculan dari komplikasi kronis tersebut. Komplikasi kronis cenderung menyebabkan kerusakan pada beberapa macam organ penting di dalam tubuh. Oleh sebab itu, jika sampai penderita diabetes melitus mengalaminya, maka mereka akan semakin merasakan penderitaan yang jauh lebih berat lagi. Seperti apa saja komplikasi kronis yang dapat dialami oleh penderita DM tersebut? Cek info selengkapnya mengenai komplikasi kronis tersebut di artikel ini. 4 Macam Jenis Komplikasi Kronis Sebagai Efek Diabetes Melitus Setidaknya ada 4 macam jenis komplikasi kronis yang muncul sebagai efek diabetes. kabar buruknya, penderita diabetes melitus bisa saja mengalami keempat macam jenis komplikasi kronis tersebut jika tidak dapat menjaga kestabilan kadar gula darahnya. Karena memang komplikasi kronis tersebut muncul sebagai akibat dari terlalu tingginya kadar gula darah dalam waktu yang cukup lama. Berikut adalah empat macam jenis komplikasi kronis sebagai efek penyakit diabetes yang sangat perlu anda waspadai kemunculannya: Penyakit Jantung Komplikasi kronis yang paling umum dialami sebagai efek penyakit diabetes adalah masalah pada organ jantung. Hal ini bisa terjadi karena kadar gula darah yang terlalu tinggi dapat merusak dinding pembuluh darah. Ketika pembuluh darah mengalami kerusakan, lemak akan mulai menumpuk di dinding pembuluh darah. Penumpukan lemak di dalam pembuluh darah akan semakin mempersempit pembuluh darah dan membuat organ jantung bekerja ekstra keras untuk memompa darah. Jika dibiarkan, jelas organ jantung akan mengalami penurunan fungsi dan lama kelamaan akan mengalami kerusakan. Ketika organ jantung mulai mengalami penurunan atau kerusakan, akan muncul beberapa macam masalah seperti: Serangan jantung Dada sering merasa nyeri Munculnya penyakit jantung koroner Tekanan darah meningkat Jangan sampai anda meremehkan efek diabetes satu ini. Karena jika sampai tekanan darah anda terus meningkat, pembuluh darah akan pecah. Jika sampai pembuluh darah di bagian otak pecah, maka anda akan mengalami stroke. Gejala Munculnya Penyakit Jantung Untuk anda yang ingin mencegah atau mengatasi penyakit jantung secepat mungkin, maka sebaiknya anda juga perlu mengetahui seperti apa gejala kemunculan penyakit tersebut. Berikut ini adalah beberapa macam gejala munculnya penyakit jantung: Mudah merasa lelah dan letih. Berkeringat lebih banyak dari biasanya. Dada sering merasa nyeri. Nafas terasa sesak dan lebih dalam. Sering sakit kepala. Detak jantung tidak beraturan. Bagi anda yang saat ini sudah menderita penyakit diabetes melitus, sebaiknya anda harus lebih waspada. Karena banyak penderita diabetes melitus yang tidak merasakan gejala nyeri di bagian dada. Hal tersebut bisa terjadi karena sistem saraf di dalam tubuh seorang penderita diabetes melitus sudah mengalami kerusakan. Jenis Penyakit Jantung yang Sering Dialami Penderita Diabetes Penyakit jantung memang ada berbagai macam jenis. Namun demikian, penderita diabetes melitus umumnya lebih sering mengalami penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner adalah penyakit yang muncul akibat terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah. Penyumbatan pembuluh darah akan menyebabkan organ jantung bekerja lebih keras dari semestinya dan jika hal tersebut berlangsung dalam waktu yang lama, maka organ...

read more

Apakah Efek Diabetes Melitus Berbahaya?

Posted by on May 7, 2015 in Akibat Kencing Manis | 0 comments

Apakah Efek Diabetes Melitus Berbahaya?

Efek diabetes melitus adalah hal yang sangat menakutkan. Karena hampir semua efek penyakit diabetes melitus bukan hanya membahayakan kesehatan tubuh saja namun juga dapat membahayakan nyawa. Oleh sebab itulah, kami terus menyarankan anda untuk sebisa mungkin menghindari penyakit satu ini. Jika memang anda masih belum mengetahui seberapa bahaya efek dari penyakit diabetes melitus, anda bisa membacanya langsung di artikel ini. Mengapa Efek Diabetes Melitus Cenderung Menyebabkan Munculnya Penyakit Lain? Efek diabetes memang lebih cenderung menyebabkan kemunculan berbagai macam penyakit yang tidak kalah berbahaya jika dibandingkan dengan penyakit DM sendiri. Hal tersebut disebabkan karena penyakit DM dapat merusak berbagai macam organ penting yang ada di dalam tubuh. Organ-organ penting yang mengalami kerusakan jelas sudah tidak dapat lagi berfungsi secara normal. Sebagai akibatnya, akan banyak penyakit berbahaya bermunculan akibat penyakit DM. Jika dilihat lebih lanjut, sebenarnya ada cukup banyak efek diabetes melitus yang perlu anda waspadai, salah satunya adalah masalah komplikasi. Komplikasi yang disebabkan oleh penyakit diabetes melitus sendiri dibagi menjadi 2 macam jenis yaitu komplikasi akut dan komplikasi kronis. Komplikasi akut bisa dikatakan sebagai masalah komplikasi yang biasanya muncul di awal. Sedangkan komplikasi kronis adalah masalah komplikasi yang sudah cukup parah. Kebanyakan orang yang mengalami komplikasi kronis akan merasakan penderitaan yang jauh lebih parah. Seperti Apakah Komplikasi Akut? Komplikasi sebagai efek diabetes yang pertama adalah komplikasi akut. Komplikasi jenis ini sering muncul secara tiba-tiba dan sebaiknya segera diatasi dengan cara mengobati penyakit gula darah. Karena jika sampai terlambat diatasi, komplikasi akut bisa merenggut nyawa. Penyebab utama munculnya komplikasi akut ini adalah adanya peningkatan maupun penurunan kadar gula darah di dalam tubuh yang cukup drastis. Hipoglikemia Hipoglilkemia adalah salah satu jenis komplikasi akut yang terjadi karena adanya penurunan kadar gula darah. Masalah ini biasanya dialami oleh penderita diabetes melitus karena: Terlambat mendapatkan suntikan insulin bagi penderita DM yang tergantung dengan insulin buatan. Terlambat makan sehingga kadar glukosa di dalam tubuh berada di bawah kadar normal. Terlalu memaksakan diri dalam berolahraga. Seorang penderita diabetes melitus yang mengalami hipoglikemia biasanya akan mulai merasakan beberapa macam gejala seperti: Gejala fisik Gejala fisik yang dirasakan ketika penderita DM mengalami hipoglikemia adalah seperti perut terasa sangat lapar, denyut jantung berdetak tidak beraturan, dan juga berkeringat dingin. Gejala intelektual selain mengalami gejala fisik, penderita DM yang mengalami hipoglikemia juga biasanya mengalami gangguan intelektual seperti sulit berkonsentrasi, pandangan mata berkurang, tubuh terasa sangat lelah, dan juga bisa mengalami koma jika hipoglikemia yang dialami cukup serius. Jenis Gejala Hipoglikemia Menurut Kadar Gula Darah Gejala hipoglikemia memang sangat beragam dan memang biasanya gejala yang muncul sesuai dengan kadar gula darah di dalam tubuh. Berikut adalah penjelasan mengenai seperti apa gejala hipoglikemia sesuai dengan kadar gula darah di dalam tubuh: Kadar gula darah 60 mg/dl Ketika seorang penderita DM memiliki kadar gula darah 60 mg/dl, biasanya mereka akan mulai merasakan beberapa gejala hipoglikemia seperti tubuh gemetar, keluar keringat dingin yang cukup banyak, perut terasa sangat lapar, sakit kepala, penglihatan mulai kabur, mual, dan tubuh terasa letih. Kadar gula darah di bawah 40 mg/dl Penderita DM yang memiliki kadar gula darah di bawah 40 mg/dl akan mengalami beberapa gejala hipoglikemia seperti bingung, kesulitan berbicara, mengantuk, dan tubuh terasa seperti orang mabuk. Kadar gula darah di bawah 20 mg/dl Jika penderita DM sampai memiliki kadar gula darah di bawah 20 mg/dl, maka efek diabetes yang dirasakan akan semakin berbahaya. Penderita DM akan mengalami...

read more

Waspadai Ciri Penyakit Diabetes Melitus Ini

Posted by on May 6, 2015 in Deteksi Diabetes | 0 comments

Waspadai Ciri Penyakit Diabetes Melitus Ini

Sudahkah anda mengetahui seperti apa ciri penyakit diabetes melitus ketika menyerang tubuh anda? Memahami seperti apa ciri-ciri penyakit diabetes melitus ketika mulai menyerang tubuh anda sangatlah penting. Karena dengan mengetahui cirinya, tentu anda bisa mengatasi secepat mungkin setelah ciri-cirinya anda rasakan. Jika anda masih belum mengetahui apa saja ciri penyakit diabetes melitus, anda bisa mempelajarinya secara mendalam di artikel ini. Ciri Penyakit Diabetes Melitus Di Awal Kemunculannya Diabetes melitus memang adalah penyakit yang patut diwaspadai. Karena di awal kemunculannya, penyakit ini bisa dikatakan tidak menunjukkan ciri-ciri yang cukup berbahaya. Oleh sebab itulah, banyak orang yang terlambat mengatasi penyakit diabetes melitus. Sebenarnya, di awal kemunculannya sebelum menyebabkan masalah komplikasi, diabetes melitus bisa menyebabkan lonjakan maupun penurunan kadar gula darah. Penurunan kadar gula darah secara drastis yang dialami oleh penderita diabetes melitus lebih dikenal dengan hipoglikemia. Sedangkan lonjakan kadar gula darah yang dialami oleh penderita DM lebih dikenal dengan hiperglikemia. Kedua hal tersebut adalah ciri penyakit diabetes melitus mulai menyerang tubuh anda yang tentunya perlu anda waspadai. Perlu anda ketahui bahwa hipoglikemia maupun hiperglikemia menunjukkan tanda-tanda tertentu. Berikut adalah beberapa tanda-tanda yang muncul ketika anda mengalami kondisi hipoglikemia dan hiperglikemia: Gejala orang yang mengalami hiperglikemia Sering sekali merasa haus. Penglihatan mulai mengalami penurunan. Sering buang air kecil. Berat badan mulai menurun tanpa ada penyebab yang jelas. Munculnya infeksi pada beberapa bagian kulit. Gejala orang yang mengalami hipoglikemia Mulai merasa gelisah. Mulai mengeluarkan banyak keringat dingin. Gemetar dan detak jantung menjadi tidak beraturan. Kesadaran mulai menurun. Merasa kelaparan. Mana yang lebih berbahaya antara hiperglikemia dan hipoglikemia? Hipoglikemia dan juga hiperglikemia sama berbahayanya. Jika anda memang sudah mulai merasakan gejala-gejala hipoglikemia maupun hiperglikemia, sebaiknya anda segera melakukan cek gula darah. Karena ada kemungkinan anda sudah menderita penyakit diabetes melitus. Apakah Setiap Orang yang Menderita DM Selalu Mengalami Gejala Khusus? Hiperglikemia maupun hipoglikemia memang adalah ciri-ciri penyakit diabetes melitus yang paling umum. Namun demikian, belum tentu penderita diabetes melitus mengalami hiperglikemia maupun hipoglikemia. Karena memang dari penelitian dinyatakan bahwa sudah ada cukup banyak orang yang menderita DM tanpa merasakan gejala apapun. Oleh sebab itu, ada baiknya selain tetap waspada dengan berbagai ciri penyakit diabetes yang sudah dijelaskan diatas, anda juga perlu perbanyak info tentang obat tradisional untuk penyakit gula darah dan waspada dengan beberapa faktor resiko lain diabetes melitus seperti: Sudah menderita penyakit tekanan darah tinggi, penyakit jantung, maupun penyakit stroke. Kadar trigliserida dan juga kolesterol sangat tinggi. Kurang berolahraga. Memiliki masalah kelebihan berat badan. Pengguna gaya hidup yang buruk. Memiliki faktor genetik penderita diabetes melitus. Bagi anda yang memang memiliki faktor resiko yang tinggi untuk menderita penyakit diabetes melitus, maka sebaiknya mulailah untuk mengubah pola hidup anda. mulailah rutin berolahraga dan ganti pola makan anda dengan makanan yang...

read more

Inilah Faktor Risiko Diabetes Melitus yang Perlu Anda Waspadai

Posted by on May 5, 2015 in Faktor Resiko | 0 comments

Inilah Faktor Risiko Diabetes Melitus yang Perlu Anda Waspadai

Jika dilihat dari jenisnya, memang ada banyak sekali faktor risiko diabetes melitus yang perlu anda waspadai. Karena memang setiap jenis penyakit DM memiliki faktor penyebab yang berbeda-beda. Untuk anda yang tidak ingin turut menjadi salah seorang penderita diabetes melitus, sebaiknya anda mempelajari dan mulai menghindari semua faktor risiko diabetes melitus. Pelajari apa saja faktor-faktor yang dapat menyebabkan anda menjadi penderita diabetes melitus lebih lanjut di sini. Apakah Anda Rawan Menjadi Penderita Diabetes Melitus Dilihat Dari Faktor Risiko Diabetes Melitus? Pasti ada beberapa dari anda yang masih bertanya-tanya mengenai apakah anda termasuk sebagai seseorang yang rawan menderita penyakit DM atau tidak. Sebenarnya, setiap orang juga memiliki potensi yang sama untuk menderita diabetes melitus. Karena memang jika dilihat dari apa saja faktor risiko diabetes melitus saat ini mayoritas disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat. Bagi anda yang memang ingin mencegah menderita penyakit diabetes melitus, kami sarankan anda untuk mulai mengurangi atau menghilangkan beberapa macam faktor pemicunya berikut ini: Gaya hidup buruk Jika dilihat secara seksama, banyak sekali dan bisa dikatakan hampir semua orang yang hidup di jaman sekarang menggunakan gaya hidup yang sangat buruk. Dilihat dari pola makan, banyak orang lebih memilih untuk memakan makanan siap saji daripada makanan lain. Memang makanan cepat saji memberikan cita rasa yang nikmat. Namun ada cukup banyak kandungan yang buruk terdapat di dalam makanan cepat saji. Selain itu, banyak sekali orang yang tidak memiliki waktu istirahat yang cukup. Padahal, semua gaya hidup buruk tersebut akan semakin memperbesar potensi anda untuk menjadi penderita diabetes melitus terutama diabetes melitus tipe 2. Kurang aktivitas fisik Hampir semua orang disibukkan oleh pekerjaan sehingga kadang lupa untuk berolahraga. Tahukah anda bahwa kurang olahraga juga merupakan faktor pemicu munculnya penyakit diabetes melitus? Alasannya adalah karena dengan kurangnya olahraga, maka lemak yang ada di dalam tubuh akan semakin menumpuk dan menyebabkan anda mengalami masalah kelebihan berat badan. Padahal, kelebihan berat badan atau obesitas adalah faktor utama penyebab seseorang berpotensi untuk menderita penyakit diabetes melitus tipe 2. Menderita penyakit tertentu Diabetes melitus adalah penyakit yang tidak hanya bisa memicu penyakit lain. Penyakit ini juga bisa muncul akibat penyakit lain. Anda yang saat ini menderita penyakit tekanan darah tinggi, penyakit jantung, maupun penyakit stroke sangatlah berpotensi untuk menderita penyakit diabetes melitus. Memiliki kondisi metabolic syndrome Metabolic syndrome juga masuk sebagai salah satu faktor yang dapat memicu munculnya penyakit diabetes melitus. Seseorang yang dinyatakan memiliki kondisi ini memiliki ciri seperti: Memiliki tekanan darah 160/90 mmhg Kadar trigliserida sebesar 150 mg/dl Kadar kolesterol HDL sebesar 40 mg/dl Memiliki lingkar pinggang sebesar 120 cm untuk pria dan 88 cm untuk wanita Faktor usia lanjut Penyakit diabetes melitus juga sangat rawan diderita oleh orang yang sudah berusia lanjut. Hal tersebut disebabkan karena adanya penurunan fungsi organ di usia lanjut. Jenis penyakit diabetes melitus yang paling sering diderita oleh orang usia lanjut adalah penyakit diabetes melitus tipe 2. Pernah menderita penyakit diabetes gestasional Bagi wanita yang sudah pernah menderita penyakit diabetes melitus gestasional saat hamil juga patut waspada. Karena mereka yang sudah pernah menderita penyakit DM gestasional memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita penyakit DM tipe 2. Infeksi pada organ pankreas Organ pankreas yang mengalami infeksi karena virus tertentu juga menjadi faktor pemicu munculnya penyakit diabetes melitus. Hal ini disebabkan karena organ pankreas tidak lagi bisa berfungsi seperti semula dalam memproduksi hormon insulin, memang sudah di temukan...

read more