Pages Menu
Categories Menu

Posted by in Batas Gula Darah | 0 comments

Fakta Lengkap Gula Darah dan Ukuran Gula Darah Normal

Seseorang dinyatakan menderita penyakit diabetes melitus ketika kadar gula darahnya sudah terlalu melebihi ukuran gula darah normal. Melakukan pengecekan kadar gula darah adalah satu-satunya cara untuk memastikan apakah anda menderita penyakit DM atau tidak.

Karena meskipun penyakit diabetes melitus akan menunjukkan gejala-gejala ketika mulai menyerang tubuh, namun gejala yang muncul sering berubah-ubah sehingga tidak dapat digunakan sebagai penanda.

 

Berapa Ukuran Gula Darah Normal?

Berapa Ukuran Gula Darah NormalSelama ini masih cukup banyak orang yang belum mengetahui berapa ukuran gula darah normal sebenarnya. Ukuran kadar gula darah normal seseorang yang belum menderita penyakit diabetes melitus dibagi menjadi 2 macam yaitu kadar gula darah setelah berpuasa dan setelah makan.

Seseorang yang belum menderita penyakit diabetes melitus biasanya akan memiliki ukuran kadar gula darah antara 70 hingga 110 mg/dl setelah berpuasa selama 8 jam dan ukuran kadar gula darah akan meningkat setelah makan, namun tidak melebihi 200 mg/dl, perlu banyak referensi tentang obat penurun gula darah jika nilai kadar gula anda melebihi angka yang disebutkan diatas.

 

Penyebab Ukuran Kadar Gula Darah Normal Meningkat

Sebenarnya apa yang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah di dalam tubuh? Ukuran kadar gula dalam darah normal bisa meningkat biasanya disebabkan oleh adanya masalah pada fungsi insulin di dalam tubuh.

Insulin adalah hormon yang berfungsi membawa kandungan glukosa ke seluruh sel yang ada di dalam tubuh. Sel-sel di dalam tubuh akan merubah glukosa menjadi energi. Hormon insulin sendiri diproduksi oleh sel beta pankreas.

Ketika hormon insulin tidak dapat menjalankan fungsinya, maka glukosa akan menumpuk di dalam darah. Penumpukan glukosa di dalam darah yang terjadi secara terus menerus akan membuat kadar gula darah meningkat. Ada beberapa masalah yang dapat memicu masalah pada hormon insulin di dalam tubuh.

Berikut ini adalah masalah yang menyebabkan gangguan fungsi hormon insulin:
• Tubuh masih memproduksi hormon insulin namun jumlahnya lebih sedikit dari yang tubuh butuhkan.
• Tubuh sama sekali tidak dapat memproduksi hormon insulin lagi karena adanya kerusakan pada organ pankreas.
• Tubuh memproduksi hormon insulin secara normal namun sel-sel di dalam tubuh mengalami masalah resistensi insulin sehingga glukosa tidak dapat disalurkan.

 

Apakah Kadar Gula Darah Tinggi Berbahaya?

Kadar gula darah tinggi yang dibiarkan berlarut-larut akan sangat membahayakan kesehatan anda. Selain dapat memicu penyakit diabetes melitus, kadar gula darah yang meningkat drastis dan tidak diatasi secara serius juga dapat menyebabkan berbagai macam masalah lainnya.

Tingginya kadar gula darah dapat merusak organ-organ vital yang ada di dalam tubuh. Selain itu, kadar gula darah yang terlalu tinggi juga meningkatkan resiko anda untuk mengalami masalah pembusukan ketika terluka.

Banyak orang yang baru menyadari bahwa kadar gula darahnya bukanlah ukuran gula darah normal setelah mengalami kerusakan fungsi pada beberapa organ penting di dalam tubuh. Perlu anda ketahui juga bahwa kadar gula darah yang terlalu tinggi juga dapat memicu komplikasi penyakit seperti:

• Penyakit kardiovaskuler seperti penyakit jantung.
• Gangguan pada indera penglihatan yang dapat menyebabkan kebutaan permanen.
• Gangguan fungsi seksual baik pada pria maupun wanita.
• Kerusakan organ ginjal.
• Kerusakan pada syaraf penting di dalam tubuh.
• Penyakit stroke.

Lalu bagaimana cara untuk mencegah agar jangan sampai anda terlambat menyadari kadar gula darah anda meningkat? Untuk mencegah agar jangan sampai anda terlambat mengatasi masalah tersebut, sebaiknya anda rutin melakukan cek kadar gula darah.

Pastikan kadar gula darah anda sesuai dengan ukuran gula darah normal. Jika memang ada peningkatan, segera lakukan tindakan penanganan untuk menormalkan kembali kadar gula darah anda.

 

Cara Mengetahui Kadar Gula Darah

Cara Mengetahui Kadar Gula DarahAda beberapa cara untuk mengetahui apakah kadar gula darah anda sesuai dengan ukuran kadar gula darah normal. Cara pertama dan yang paling dianjurkan adalah dengan melakukan pengecekan darah di laboratorium. Namun demikian, ada 2 cara lain yang jauh lebih praktis untuk mengetahui berapa kadar gula darah anda.

Berikut adalah 2 macam cara praktis untuk mengetahui berapa kadar gula darah anda:
• Strip pengukur kadar gula darah
Untuk anda yang tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan pengecekan gula darah di laboratorium, anda bisa menggunakan strip pengukur kadar gula darah. Untuk melakukan pengecekan kadar gula darah menggunakan alat ini cukup mudah.

Tusukkan jarum ke jari dan tempelkan darah pada strip. Pastikan agar jari anda tidak menyentuh strip. Dalam beberapa saat, akan ada perubahan warna pada strip. Gunakan tabel yang disertakan dalam pembelian strip untuk mengetahui apakah kadar gula darah anda tinggi atau tidak.

• Alat pengukur darah digital
Selain alat strip, andapun bisa melakukan pengukuran kadar gula darah dengan menggunakan pengukur gula darah digital. Alat ini tidak menunjukkan hasil pengukuran menggunakan perubahan warna namun dengan menggunakan angka.

Proses untuk mengetahui apakah kadar gula darah anda sesuai atau tidak dengan ukuran kadar gula darah normal menggunakan alat ini hampir sama seperti ketika anda menggunakan alat strip. Ikuti instruksi lebih lanjut yang disertakan di dalam kemasan alat digital untuk mengetahui berapa kadar gula darah anda. Karena memang setiap jenis alat pengukur darah digital memiliki cara penggunaan yang tidak sama.

 

Pentingkah Melakukan Cek Gula Darah Secara Berkala?

Apakah memang melakukan cek gula darah perlu dilakukan secara berkala? Ya, memang sebaiknya anda melakukan pengecekan kadar gula darah secara berkala apalagi jika anda sudah dinyatakan sebagai penderita diabetes melitus.

Namun demikian, memang seberapa sering anda harus melakukan cek gula darah dipengaruhi oleh diabetes melitus tipe apa yang anda derita. untuk penderita diabetes melitus tipe 1 atau yang membutuhkan suntikan insulin, disarankan untuk lebih sering melakukan cek gula darah.

Penderita DM yang bergantung pada suntikan insulin sebaiknya melakukan cek gula darah sebanyak 2 hingga 4 kali dalam sehari. Sedangkan penderita DM yang tidak membutuhkan suntikan insulin bisa melakukan cek gula darah sebanyak 2 kali dalam seminggu.