Pages Menu
Categories Menu

Posted by in Akibat Kencing Manis | 0 comments

Apakah Efek Diabetes Melitus Berbahaya?

Efek diabetes melitus adalah hal yang sangat menakutkan. Karena hampir semua efek penyakit diabetes melitus bukan hanya membahayakan kesehatan tubuh saja namun juga dapat membahayakan nyawa. Oleh sebab itulah, kami terus menyarankan anda untuk sebisa mungkin menghindari penyakit satu ini. Jika memang anda masih belum mengetahui seberapa bahaya efek dari penyakit diabetes melitus, anda bisa membacanya langsung di artikel ini.

Mengapa Efek Diabetes Melitus Cenderung Menyebabkan Munculnya Penyakit Lain?

Mengapa Efek Diabetes Melitus Cenderung Menyebabkan Munculnya Penyakit LainEfek diabetes memang lebih cenderung menyebabkan kemunculan berbagai macam penyakit yang tidak kalah berbahaya jika dibandingkan dengan penyakit DM sendiri. Hal tersebut disebabkan karena penyakit DM dapat merusak berbagai macam organ penting yang ada di dalam tubuh.

Organ-organ penting yang mengalami kerusakan jelas sudah tidak dapat lagi berfungsi secara normal. Sebagai akibatnya, akan banyak penyakit berbahaya bermunculan akibat penyakit DM. Jika dilihat lebih lanjut, sebenarnya ada cukup banyak efek diabetes melitus yang perlu anda waspadai, salah satunya adalah masalah komplikasi.

Komplikasi yang disebabkan oleh penyakit diabetes melitus sendiri dibagi menjadi 2 macam jenis yaitu komplikasi akut dan komplikasi kronis. Komplikasi akut bisa dikatakan sebagai masalah komplikasi yang biasanya muncul di awal. Sedangkan komplikasi kronis adalah masalah komplikasi yang sudah cukup parah. Kebanyakan orang yang mengalami komplikasi kronis akan merasakan penderitaan yang jauh lebih parah.

Seperti Apakah Komplikasi Akut?

Komplikasi sebagai efek diabetes yang pertama adalah komplikasi akut. Komplikasi jenis ini sering muncul secara tiba-tiba dan sebaiknya segera diatasi dengan cara mengobati penyakit gula darah. Karena jika sampai terlambat diatasi, komplikasi akut bisa merenggut nyawa.

Penyebab utama munculnya komplikasi akut ini adalah adanya peningkatan maupun penurunan kadar gula darah di dalam tubuh yang cukup drastis.

  1. Hipoglikemia

Hipoglilkemia adalah salah satu jenis komplikasi akut yang terjadi karena adanya penurunan kadar gula darah. Masalah ini biasanya dialami oleh penderita diabetes melitus karena:

  • Terlambat mendapatkan suntikan insulin bagi penderita DM yang tergantung dengan insulin buatan.
  • Terlambat makan sehingga kadar glukosa di dalam tubuh berada di bawah kadar normal.
  • Terlalu memaksakan diri dalam berolahraga.

Seorang penderita diabetes melitus yang mengalami hipoglikemia biasanya akan mulai merasakan beberapa macam gejala seperti:

  • Gejala fisik

Gejala fisik yang dirasakan ketika penderita DM mengalami hipoglikemia adalah seperti perut terasa sangat lapar, denyut jantung berdetak tidak beraturan, dan juga berkeringat dingin.

  • Gejala intelektual

selain mengalami gejala fisik, penderita DM yang mengalami hipoglikemia juga biasanya mengalami gangguan intelektual seperti sulit berkonsentrasi, pandangan mata berkurang, tubuh terasa sangat lelah, dan juga bisa mengalami koma jika hipoglikemia yang dialami cukup serius.

Jenis Gejala Hipoglikemia Menurut Kadar Gula Darah

Jenis Gejala HipoglikemiaGejala hipoglikemia memang sangat beragam dan memang biasanya gejala yang muncul sesuai dengan kadar gula darah di dalam tubuh. Berikut adalah penjelasan mengenai seperti apa gejala hipoglikemia sesuai dengan kadar gula darah di dalam tubuh:

  • Kadar gula darah 60 mg/dl

Ketika seorang penderita DM memiliki kadar gula darah 60 mg/dl, biasanya mereka akan mulai merasakan beberapa gejala hipoglikemia seperti tubuh gemetar, keluar keringat dingin yang cukup banyak, perut terasa sangat lapar, sakit kepala, penglihatan mulai kabur, mual, dan tubuh terasa letih.

  • Kadar gula darah di bawah 40 mg/dl

Penderita DM yang memiliki kadar gula darah di bawah 40 mg/dl akan mengalami beberapa gejala hipoglikemia seperti bingung, kesulitan berbicara, mengantuk, dan tubuh terasa seperti orang mabuk.

  • Kadar gula darah di bawah 20 mg/dl

Jika penderita DM sampai memiliki kadar gula darah di bawah 20 mg/dl, maka efek diabetes yang dirasakan akan semakin berbahaya. Penderita DM akan mengalami kejang, koma, dan bahkan bisa kehilangan nyawa jika tidak diatasi secepat mungkin.

Cara Penanganan Pertama Pada Penderita Hipoglikemia

Untuk anda yang menderita penyakit diabetes melitus, sebaiknya anda juga mengetahui mengenai bagaimana cara menangani hipoglikemia secara sederhana. Untuk mengatasi hipoglikemia, penderita diabetes melitus bisa memakan ataupun meminum minuman yang manis, lebih disarankan buah-buahan. Selain itu, pastikan juga untuk memakan makanan yang mengandung karbohidrat.

Apakah Hipoglikemia Sangat Berbahaya?

Hipoglikemia bukanlah efek diabetes melitus yang bisa anda remehkan begitu saja. penderita diabetes melitus yang mengalami hipoglikemia dan tidak mengatasinya secara serius dan cepat dapat mengalami koma. Hal paling buruk yang bisa terjadi pada penderita diabetes melitus akibat hipoglikemia adalah kehilangan nyawa. Oleh karena itu, sebaiknya berhati-hatilah dan terus waspada dengan kemunculan hipoglikemia.

  1. Hiperglikemia

Hiperglikemia juga merupakan efek dari penyakit diabetes melitus yang perlu anda waspadai. Karena hiperglikemia bisa menyebabkan anda mengalami satu kondisi berbahaya yang disebut dengan ketoasi-dosis diabetic atau sering disingkat dengan KAD.

Kondisi tersebut terjadi sebagai akibat dari sel di dalam tubuh sudah tidak dapat lagi menghasilkan energi. Sebagai gantinya, tubuh memecah lemak untuk menghasilkan energi. Masalahnya adalah ketika tubuh memecah lemak untuk menghasilkan energi, tubuh tidak hanya memproduksi energi saja.

Proses pemecahan lemak tersebut juga menghasilkan kandungan asam yang memiliki sifat sebagai racun. Kandungan asam yang bersifat sebagai racun di dalam tubuh tersebut dikenal dengan keton. Masih belum banyak orang yang mengetahui seperti apa gejala seorang penderita diabetes melitus yang mengalami kondisi ketoasi-dosis diabetic tersebut.

Berikut adalah beberapa gejala yang dirasakan oleh penderita DM yang sudah terlanjur mengalami kondisi KAD tersebut:

  • Nafsu makan menurun.
  • Tubuh lebih cepat lelah.
  • Terkadang tubuh mengalami demam.
  • Lebih mudah mengantuk.
  • Nafas terasa lebih dalam dan juga cepat.
  • Perut terasa nyeri.
  • Berat badan menurun.
  • Terkadang juga bisa menyebabkan koma.
  • Nafas berbau aseton atau bau harum buah-buahan.

Untuk memastikan apakah seseorang sudah terlanjur mengalami kondisi KAD tersebut memang lebih disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter maupun menggunakan alat khusus yang dijual di apotik.

  1. DHS (Diabetic Hypersonolar Syndrome)

Selain KAD, DHS atau Diabetic Hypersonolar Syndrome juga merupakan efek dari penyakit diabetes melitus yang masih belum banyak diketahui. Penderita diabetes melitus dinyatakan mengalami DHS tersebut ketika memiliki kadar gula darah lebih dari 600 mg/dl. Ketika kadar gula darah melebihi 600 mg/dl, darah di dalam tubuh biasanya akan mengalami pengentalan.

Ketika darah semakin mengental, maka tubuh akan mencoba mengatasinya dengan menyerap semua air yang ada di dalam tubuh untuk mengencerkan darah kembali. Cairan yang digunakan untuk mengencerkan darah tersebut akan dibuang melalui organ ginjal. Oleh sebab itulah, penderita diabetes melitus yang memiliki kadar gula darah tinggi cenderung lebih sering buang air kecil.

Siapa yang Berpotensi Mengalami Kondisi DHS?

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), default quality

Sebenarnya siapa saja yang jauh lebih berpotensi mengalami kondisi diabetic hypersonolar syndrome tersebut? Kebanyakan penderita diabetes melitus yang berpotensi tinggi untuk mengalami kondisi DHS tersebut adalah penderita diabetes melitus tipe 2.

Penderita diabetes melitus tipe 2 yang tidak mengetahui sudah menderita penyakit diabetes melitus maupun mereka yang tidak bisa menjaga kestabilan gula darah di dalam tubuh memang lebih cenderung rentan mengalami kondisi DHS tersebut. Namun demikian, kondisi DHS juga bisa menyerang siapa saja yang memiliki kebiasaan buruk minum minuman beralkohol, orang yang sering mengalami stress berat, dan juga para lansia.

Seperti Apa Gejala DHS?

Sama halnya seperti kondisi KAD, kondisi diabetic hypersonolar syndrome juga memiliki gejala-gejala tertentu. Berikut adalah beberapa gejala yang biasanya dirasakan oleh mereka yang mengalami kondisi tersebut:

  • Sering terjadi kram pada bagian kaki.
  • Sering merasa haus karena cairan yang ada di setiap sel digunakan untuk mengencerkan kembali darah.
  • Denyut nadi bertambah cepat.
  • Sering buang air kecil.
  • Tubuh terasa lemah dan juga lesu.
  • Mengalami kejang hingga koma.

Tindakan yang Harus Dilakukan Ketika Mengalami Kondisi DHS

Penderita diabetes melitus yang sampai mengalami kondisi DHS sebaiknya segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih intensif. Karena memang kadar gula darah penderita DM yang sampai mengalami kondisi DHS dapat dikatakan sangat tinggi.

Untuk mencegah agar jangan sampai anda mengalami efek diabetes melitus satu ini, pastikan untuk secara rutin melakukan cek gula darah sekaligus berkonsultasi dengan dokter mengenai kesehatan tubuh anda.